Selamat Datang

Selamat Datang

Minggu, 13 Februari 2011

The Science of Love

Is Love is Chemical Reaction ???
 

When do you know if you fancy someone? What does love do to your brain chemicals, and is falling in love just nature's way to keep our species alive?

We call it love. It feels like love. But the most exhilarating of all human emotions is probably nature’s beautiful way of keeping the human species alive and reproducing.

With an irresistible cocktail of chemicals, our brain entices us to fall in love. We believe we’re choosing a partner. But we may merely be the happy victims of nature’s lovely plan.

It’s not what you say...
Psychologists have shown it takes between 90 seconds and 4 minutes to decide if you fancy someone.
Research has shown this has little to do with what is said, rather
  • 55% is through body language
  • 38% is the tone and speed of their voice
  • Only 7% is through what they say


The 3 stages of love
Helen Fisher of Rutgers University in the States has proposed 3 stages of love – lust, attraction and attachment. Each stage might be driven by different hormones and chemicals.

Jumat, 04 Februari 2011

KELOMPOK PRAKTIKUM ZAT ADITIF

KELAS 8 A
KLP 1KLP 2KLP 3KLP 4KLP 5
AndreAurelloGaudiAgungHans
KevinMalvinNicoRafaelRicardo
RobbyStefanStevanoWilliamYohanes
ClarestaElisabeth NadyaElizabeth VerdianaFelianaGabriela Anung
HannyKeziaKirbyLuisaDesta
MalodyNatashaOlgaReginaSyntia
YuliantiZsa Zsa   
KELAS 8B
KLP 1KLP 2KLP 3KLP 4KLP 5
AryaCharismaDerrelEldwinEvan
FernandoRudolfGerraldiKevinMarvin
RaynardoReynaldoStephenVerdyAdelia
AmabellaArienDevikaErniFelita
InriJaniceJessicaLadyLivenia
Maria AgathaMaria VionitaPriscillaPutri SelinaAgnes
VeronicaBrigitha   
KELAS 8C
KLP 1KLP 2KLP 3KLP 4KLP 5
Agung FelixBataraBrandonEdward
GabrielJasonLucasFernandoRendio
StefanVarioVincentiusCahyaAnastasia
AnnekeEufemiaFeliciaInekeSika
JesslynJohannaKiesyLauraSari
NinaRahmaRaissaReymaRuth
SitaValeri   
KELAS 8D
KLP 1KLP 2KLP 3KLP 4KLP 5
AndreasChristiantoDenielEduardusEllia
JosephJoshuaLorensiusReynaldoStefan
StefanusValentinusWilliamZagiAerlian
BellaBella FDellaFelisiaHanny
HelenaJenniferMariaMarisaMarsella
MichelleNathasyaOliviaPatriciaRegina
SelviVilda   

Selasa, 01 Februari 2011

Senin, 31 Januari 2011

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Lavoisier mengamati tentang perubahan-perubahan di alam dan dia mengajukan pendapat yang dikenal dengan Hukum Kekekalan Massa : "Dalam sebuah reaksi, massa zat-zat sebelum bereaksi sama dengan massa zat sesudah bereaksi".Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada massa yang hilang selama reaksi berlangsung. Sebagai contoh, jika kita mereaksikan zat A yang memiliki massa 10 gram dengan zat B (massa 10 gram) sehingga dihasilkan zat C dan D, dimana jumlah massa zat yang dihasilkan sama dengan jumlah massa yang bereaksi yaitu 20 gram.
Diketahui bahwa massa sesudah reaksi, merupakan massa total, hal ini berarti komposisi zat C dan D dapat saja berbeda dengan massa zat A dan B yang berkomposisi 10 gram dan 10 gram. Zat C dan D yang terbentuk mungkin 8 gram dan 12 gram atau sebaliknya 12 gram dan 8 gram. Hukum kekekalan massa hanya membatasi pada jumlah zat yang terjadi sama dengan zat sebelumnya, belum menjelaskan tentang senyawa yang terbentuk. Hukum yang diajukan oleh Lavoiser belum menjelaskan tentang senyawa yang dibentuk dan komposisinya. Massalah ini selanjutnya diteliti dan diselesaikan oleh beberapa ahli lainnya yaitu Proust dan Dalton. Mereka mencoba menjelaskan bagaimana suatu senyawa terbentuk dan bagaimana komposisinya. Komposisi atau perbandingan atom-atom dalam suatu senyawa merupakan penciri yang khas untuk molekul tersebut.
(www.chem-is-try.org) Top of Form