Selamat Datang

Selamat Datang

Senin, 31 Januari 2011

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Lavoisier mengamati tentang perubahan-perubahan di alam dan dia mengajukan pendapat yang dikenal dengan Hukum Kekekalan Massa : "Dalam sebuah reaksi, massa zat-zat sebelum bereaksi sama dengan massa zat sesudah bereaksi".Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada massa yang hilang selama reaksi berlangsung. Sebagai contoh, jika kita mereaksikan zat A yang memiliki massa 10 gram dengan zat B (massa 10 gram) sehingga dihasilkan zat C dan D, dimana jumlah massa zat yang dihasilkan sama dengan jumlah massa yang bereaksi yaitu 20 gram.
Diketahui bahwa massa sesudah reaksi, merupakan massa total, hal ini berarti komposisi zat C dan D dapat saja berbeda dengan massa zat A dan B yang berkomposisi 10 gram dan 10 gram. Zat C dan D yang terbentuk mungkin 8 gram dan 12 gram atau sebaliknya 12 gram dan 8 gram. Hukum kekekalan massa hanya membatasi pada jumlah zat yang terjadi sama dengan zat sebelumnya, belum menjelaskan tentang senyawa yang terbentuk. Hukum yang diajukan oleh Lavoiser belum menjelaskan tentang senyawa yang dibentuk dan komposisinya. Massalah ini selanjutnya diteliti dan diselesaikan oleh beberapa ahli lainnya yaitu Proust dan Dalton. Mereka mencoba menjelaskan bagaimana suatu senyawa terbentuk dan bagaimana komposisinya. Komposisi atau perbandingan atom-atom dalam suatu senyawa merupakan penciri yang khas untuk molekul tersebut.
(www.chem-is-try.org) Top of Form

Sabtu, 29 Januari 2011

Kelompok Praktikum Hk.Kekekalan Massa


Kelompok Praktikum XA
KLP 1
KLP 2
KLP 3
KLP 4
KLP 5
 Adityo
Alfin Wijaya
Archie
Christian
Daniel
Yohanes Kristian
Theo
Rogier
Rayo
MT
Darwin
Kristian P
Jovi
Variant
Ferdian
Affandi
Dani
Devina
Catherine
Alicia
Florencia
Irene
Jennifer
Chika
Junitania
Kezia
Lissa
Mianti
Nadya
Victoria

Kelompok Praktikum XB
KLP 1
KLP 2
KLP 3
KLP 4
KLP 5
 Albert
Alfian
Clemens
Hendy
Kenny
Verdy
Thimothy
Riyan
Orville
Nathan
Zaky
Mark
Agatha
Chikita
Claudia
Desiliana
Gita
Hanna
Heni
Lisa
Liviani
Louise
Grace
Sella
Sandra
Shirley
Sonya
Stephanie
Synthalia
Venesia

Kelompok Praktikum XC
KLP 1
KLP 2
KLP 3
KLP 4
KLP 5
Aditya
Daniel
Devin
Edward
Firman
Sullivan
Ryan
Rommel
Rhesa
Michael
Hans
Melvin
Ivan
Arnold
Louis
Kenneth
Johanes
Janice
Antania
Christina
Priscillia
Elva
Felicia
Fransisca
Mella
Priscarani
Reynetha
Vanessa
Ocha
Wanda
Yenny



Zefanya

Kelompok Praktikum XD
KLP 1
KLP 2
KLP 3
KLP 4
KLP 5
Albert
Andre
Claudio
Daniel Joshua
Danny
Vincentius
Rionaldo
Raymond
Nickho
Yudha
Michael Ryan
Gerry
Kresna
James
Jasson
Angela M
Angela K
Antonia
Caecilia
Della
Devi
Josephine
Monica
Olivia
Sandra
Siena
Stella
Stephanie
Steviani
Vania
Zefanya





Senin, 27 Desember 2010

PENGARUH LAMA ELEKTROKOAGULASI BERELEKTRODA MULTIPLATE Fe-Al TERHADAP COD, BOD, TSS, DAN pH PADA LIMBAH INDUSTRI BATIK













Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa : (1)Pengolahan limbah secara elektrokoagulasi dapat mengurangi polutan dan meningkatkan kualitas air limbah (2) Variasi lama perlakuan elektrokoagulasi dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan ditinjau dari parameter COD, BOD, TSS, dan pH (3) Air yang dihasilkan dari proses elektrokoagulasi telah memenuhi baku mutu air yang telah ditetapkan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel adalah air limbah industri batik Sondakan, Laweyan, Surakarta. Volume air limbah yang digunakan adalah 250 ml. Air limbah tersebut diberikan perlakuan elektrokoagulasi dengan menggunakan elektroda pelat besi sebagai anoda dan pelat alumunium sebagai katoda. Elektroda yang digunakan berjumlah 3 pelat, serta mempunyai ukuran panjang 12 cm, lebar 3 cm, dan tebal 0,3 cm. Elektroda dihubungkan dengan sumber listrik searah dan pengatur tegangan diatur pada tegangan 9 Volt, sedangkan lama perlakuan elektrokoagulasi divariasikan yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Teknik analisis data dengan menggu nakan analisis deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa : (1) Penggunaan metode elektrokoagulasi cukup efektif untuk meningkatkan kualitas air limbah industri batik (2) Lama perlakuan elektrokoagulasi berpengaruh terhadap kualitas air limbah ditinjau dari COD, BOD, TSS, dan pH (3) Kondisi optimum pada perlakuan elektrokoagulasi selama 4 jam dengan penurunan BOD sebesar 86,2%, penurunan COD sebesar 54,5%, penurunan TSS sebesar 98,7%, dan penurunan pH sebesar 13,4% (4) Air limbah yang dihasilkan dari proses elektrokoagulasi telah memenuhi baku mutu air limbah yang ditetapkan.

Senin, 20 Desember 2010

Langkah Awal

Walau tertatih, tapi ini adalah langkah awal
untuk berani berbagi